GIGI SUSU JANGAN SAMPAI JADI GIGI BUSUK (Part 1)

 

                                               sumber gambar : https://www.grant-moanadental.com/3-child-tooth-care-mistakes-to-avoid                                            

Gigi susu pertama tumbuh sekitar usia 6-12 bulan. Gigi susu akan tumbuh terus hingga lengkap di usia 2 tahun, dan jumlah seluruhnya adalah 20 gigi. Gigi susu akan digantikan oleh gigi permanen mulai usia 6 tahun. Walaupun nantinya bakalan diganti dengan gigi permanen, tapi gugu susu juga punya hak yang sama untuk diperlakukan dan dirawat dengan baik. Artinya, harus disikat dan diperiksa dengan teratur juga.

Sayangnya, banyak orang tua yang menganggap perawatan gigi susu ini bukanlah suatu prioritas. Alasannya karena suatu saat gigi itu toh bakalan tanggal (lepas/dicabut), jadi kalau rusak sekarang, ya masih aman dong, kan masih ada gigi cadangannya. Kayak mesin gitu ya, ada suku cadangnya.

Pertanyaannya, benarkah demikian? Benarkah gigi susu bisa dibiarkan aja kalau rusak? Atau yang lebih mengerikan lagi, benarkah gigi susu pasti ada gantinya? Kalau giginya udah mrotol habis-habisan, trus ternyata gigi permanennya nggak tumbuh, gimana dong? Memangnya ada yang kayak gitu? Ada, dialami oleh teman dan saudara ipar Mamak sendiri. Gigi yang tumbuh di waktu bayi, itulah gigi yang dipergunakannya sampai sekarang.

Hayoo, kebayang gak sih kalau anak menjalani sisa hidup dengan gigi hancur lebur luluh lantak, hanya gara-gara orang tua lalai mengusahakan pemenuhan hak anaknya berupa gigi yang sehat?

“Masalahnya Mak, anak saya nggak mau disikat giginya!”

Wah, anak Mamak juga gitu tuh. Tiap mau disikat giginya, dia kabur, lari pontang panting.

 “Trus, hopeless gak, Mak?”

Banget! Mamak pernah baca kalau gigi yang rusak, bisa menimbulkan kerusakan juga di organ tubuh yang lain. Misalnya di jantung, mata, persendian, kulit, dan macam-macam lagi. Duh, modal perawatannya cuma sikat gigi, odol, dan kemauan yang kuat untuk nguber-nguber anak, tapi harga yang harus dibayar kalau itu nggak dilakukan bakalan jadi mahal banget.

 Mahal Mak.

Mahal…

MAHAL…

“Iya Mak, udah ngerti biayanya mahal. Trus digimanain dong?”

 Nah, ini Mamak mau berbagi tips gimana supaya anak mau disikat giginya sejak awal. Supaya gigi susu juga bisa sehat kinclong, berfungsi maksimal hingga akhir hayatnya. Kita bahas satu-satu ya, bismillah.

1. Ajarin sejak dini

Udah Mamak sebutin di atas, bahwa gigi susu pertama kali tumbuh di usia 6 bulan. Secara umum, urutannya diawali dengan gigi seri bawah, lanjut ke gigi seri atas, lalu gigi geraham, dan terakhir gigi taring.

Membersihkan mulut, sejatinya udah dilakukan sejak anak masih belum punya gigi, ya kan, Mak? Mulut anak diseka dengan kain bersih yang dibasahin air, supaya sisa-sisa ASI, sufor, ataupun makanan lain nggak nempel di mulut dan lidah.

Kalau gigi yang udah numbuh masih sedikit dan anaknya belum nyaplokin jari emaknya tiap mulutnya mau dibersihin, bolehlah dibersihin pake kain basah kayak sebelumnya.

Tapi kalau giginya udah banyak dan anak udah bertransformasi jadi Baby Shark tiap ada benda yang nyamperin mulutnya, itulah saatnya kita mulai memperkenalkan anak dengan sikat gigi. Kenapa? Supaya tangan emak selamat dari gigitan bayi, dan gigi anak selamat karena tetap terjaga kebersihannya. Mantap kan?

 

2. Kasih contoh

Anak adalah peniru yang handal. Kalau mau ngajarin anak supaya gampang dan rajin sikat gigi, ya contohin aja. Perlihatkan ke anak waktu ayah/bunda lagi nyikat gigi.

Lebih bagus lagi kalau ada kakak/abangnya, si kakak ikutan ngasih contoh ke adik. Biasanya para adik cenderung menganggap keren apa yang dilakukan kakaknya, jadi dia akan lebih cepat tergugah untuk pengen ngelakukan hal yang sama.

Kalau anak kepingin niru, sediain sikat gigi untuknya sendiri, jangan sikat gigi punya ayah/bunda/kakak yang dikasih ke dia. Tujuannya supaya anak ngerti bahwa sikat gigi itu nggak boleh dipinjem-pinjemin.


Nyambung ke Part 2 ya

Comments

Popular posts from this blog

Akhirnya Jadi Juga Belajar Bikin Blog

Berbagai Tipe Cara Emak Ngajarin Anak Selama Pembelajaran Daring

AdSense: Belajar dari Nol Sampai Bisa Dapat Penghasilan Jutaan dari Blog