Menyapih Kekinian dengan WWL
Menyapih adalah suatu keniscayaan yang akan dilakukan bagi pasangan anak dan emak yang menyusui, karena di dalam Al Qur'an sendiri dijelasin bahwa anak harus disapih setelah umur dua tahun. Walaupun demikian, banyak yang meleset dan melesat jauh dari dua tahun itu, malah bisa extend sampai beberapa tahun berikutnya. Kenapa? Karena menyapih itu nggak mudah, sodara-sodara. Butuh kegigihan dan ketegaan level dewa bagi seorang emak untuk menyaksikan perjuangan anaknya melewati penyapihan. Bisa dibilang menyapih itu semacam inisiasi menuju proses kemandirian, serta ada pengorbanan dari anak dan ibu.
Sebagian dari para emak kekinian, mengusung prinsip Weaning with love (WWL). Tapi pada kenyataannya, banyak banget yang bisa di-breakdown dari istilah WWL itu. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman pribadi, ini beberapa versi WWL yang terjadi di masyarakat.
1. Weaning with love.
Ini adalah makna yang sebenernya, yang jadi tujuan hakiki proses penyapihan dengan cinta. Anak disounding jauh-jauh hari bahwa akan datang masanya dia nggak boleh nyusu lagi. Dikasih sugesti sebelum tidur, dengan harapan akan masuk ke bawah sadar sang anak dan tertancap di sana, sehingga pada waktu hari penyapihan datang, anak akan melaksanakannya dengan patuh dan penuh kesadaran. Proses penyapihan juga diyakini akan berlangsung dengan aman dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
Pengalaman Mamak: nggak berhasil. Gagal total. Tiap si adek dikasih sugesti sebelum tidur, yang ada dia malah jadi melek lagi, disangkanya mamak ngajakin dia main. Oke, bye bye weaning with love.
2. Weaning with lies.
Menyapih dengan (konon katanya) penipuan. Ini banyak emak yang mempraktekkannya. PD emak dioles pake betadine atau kayu putih, untuk ngebilangin bahwa PD-nya sakit (yang padahal sehat-sehat aja) dengan harapan anak bakal ogah nyusu. Atau versi lain dioles pake brotowali yang konon katanya pahit banget. Dibilang bahwa ASI-nya udah kadaluwarsa, makanya pahit.
Pengalaman Mamak: nggak pernah ngelakukan, takut kuwalat trus malah sakit beneran. Hii... Brotowali juga nggak pernah pake, kelupaan terus minta tolong cariin sama tukang sayur, haha...
3. Weaning with lipstick.
PD emak dioles pake lipstick. Rada mirip weaning with lies sih, tapi karena tujuannya cuma untuk bikin anaknya ngeri aja lihatnya dan emak gak pake ngaku-ngaku lagi sakit, makanya dimasukin kategori sendiri.
Pengalaman Mamak: nggak pernah melakukan, soalnya mamak cuma punya lipstik sebatang yang kayaknya udah kadaluwarsa. Daripada jadi mudharat, mending nggak deh.
4. Weaning with lemons.
PD emak dioles lemon, dengan harapan anaknya jadi keaseman, trus gak mau nyusu lagi. Kenyataannya, asamnya lemon cuma sebentar. Begitu rasa asam hilang, ya lanjut lagi.
Pengalaman Mamak: nggak pernah. Lemon mahal, mending lemonnya diminum pake madu.
5. Weaning with late night sobbing (nangis tengah malam).
Anak yang lagi disapih bakalan uring-uringan selama masa adaptasi, termasuk sering kebangun malam hari dan nangis kejer. Harapannya emak bakal kasian dan ngebolehin nyusu lagi.
Pengalaman Mamak: bener banget, tapi harus tega. Ntar kalo udah capek juga berhenti sendiri.
6. Weaning with lumbar pain (sakit pinggang).
Ini kelanjutan dari no 5. Karena anaknya nangis, emak harus siap menggendong sampai anaknya tidur lagi. Bobot anak yang lagi tidur itu lebih berat daripada waktu bangun, makanya pinggang harus siap berkorban.
Pengalaman Mamak: gendong setahannya, kalau anaknya gak tidur-tidur, bangunin bapaknya, gantian dong.
7. Weaning with lots of sleepless nights (begadang).
Masih lanjutan dari poin 5, anaknya nangis, emaknya begadang.
Pengalaman Mamak: sejauh ini masih aman, karena bapake kuat ngegendong lama-lama, jadi mamak bisa gantian tidur, heheh...
Demikian beberapa versi WWL yang bisa disimpulkan dari berbagai sumber. Kesimpulan yang bisa diambil, WWL bisa diartikan sebagai weaning with lots and lots of tricks. Banyak trik yang bisa digunakan untuk memuluskan masa penyapihan.
Kepada para emak yang lagi menyapih anaknya dengan berbagai perjuangan, semangat ya Mak, semoga badai segera berlalu, aamiin.
Terima kasih buat admin yang udah meng-approve. Tulisan pertama nih, semoga berkenan.
Tulisan ini juga ada di grup FB Komunitas Bisa Menulis (Ellis E. Ramadian, 26 September 2020).
https://m.facebook.com/groups/488655531196343?view=permalink&id=3834932073235322
Comments
Post a Comment